Wakil Rektor III UINSUNA Lhokseumawe Tekankan Pentingnya Pengelolaan Data Alumni

www.uinsuna.ac.id - Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe terus memperkuat pengelolaan data alumni melalui tracer study sebagai upaya memantau perkembangan lulusan sekaligus meningkatkan mutu perguruan tinggi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor III UINSUNA Lhokseumawe, Dr. Darmadi, M.Si., dalam kegiatan Penguatan Tracer Study bagi Calon Alumni di Aula Gedung Rektorat UINSUNA Lhokseumawe, Selasa (6/10/2026).
 
Tambahnya, data alumni perlu dikelola dan tersimpan secara sistematis agar dapat menjadi basis informasi bagi perguruan tinggi dalam mengetahui perkembangan karier dan kiprah lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
 
“UINSUNA Lhokseumawe telah berusia 57 tahun dan setiap tahunnya melahirkan alumni. Dari sisi pendataan, tentu ini menjadi salah satu pekerjaan yang cukup kompleks,” ujarnya.
 
Menurut Wakil Rektor III, tracer study tidak sekadar menjadi sarana pendataan alumni, tetapi juga instrumen penting bagi perguruan tinggi untuk memperoleh gambaran mengenai perkembangan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan. Data tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dan dasar pengembangan kualitas pendidikan agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
 
Ia berharap keberadaan Career Development Center (CDC) dapat mempercepat dan mempermudah proses pendataan serta pelacakan alumni. Pengelolaan data alumni secara baik, menurutnya, juga dapat memperkuat jejaring antara kampus, mahasiswa, dan lulusan.
 
Selain itu, Wakil Rektor III mendorong mahasiswa untuk aktif berorganisasi selama menempuh pendidikan. Menurutnya, pengalaman berorganisasi dapat menjadi bekal dalam menunjang karier karena mahasiswa berkesempatan memperluas relasi, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mengembangkan keterampilan di luar kegiatan akademik.
 
“Kepada mahasiswa, silakan berkoordinasi dengan program studi dan turut aktif dalam kegiatan alumni. Jalin komunikasi dengan para alumni,” pesannya.
 
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan kampus dalam memperoleh pekerjaan setelah lulus. Persiapan memasuki dunia kerja, menurutnya, perlu dilakukan sejak mahasiswa masih berada di bangku kuliah, salah satunya dengan membangun jejaring dan komunikasi dengan berbagai pihak.
 
“Jangan berharap pekerjaan hanya dari kampus. Mulai dari sekarang, bangunlah relasi untuk memperoleh peluang kerja,” tegasnya.
 
Sementara itu, Iromi Ilham, M.A., menekankan pentingnya penguatan jejak alumni sebagai bagian dari upaya perguruan tinggi meningkatkan mutu institusi. Menurutnya, alumni merupakan bagian dari siklus akademik perguruan tinggi, mulai dari mahasiswa, menyelesaikan pendidikan, mengikuti wisuda, hingga memasuki kehidupan pascakampus.
 
Ia menjelaskan, tracer study merupakan upaya perguruan tinggi untuk mengetahui perjalanan lulusannya melalui survei dan pengumpulan informasi setelah menyelesaikan pendidikan.
 
“Tracer study merupakan upaya kampus untuk mengetahui perjalanan alumninya melalui survei dan berbagai upaya untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi alumni setelah menyelesaikan pendidikan,” jelasnya.
 
Menurut Dr. Iromi, informasi yang diperoleh melalui tracer study mencakup proses transisi lulusan dari dunia pendidikan menuju dunia kerja, aktivitas dan perkembangan karier, kompetensi yang dimiliki, pengalaman belajar selama menempuh pendidikan, serta keterkaitan pendidikan dengan kehidupan setelah lulus.
 
Ia menambahkan, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian perguruan tinggi dalam pelaksanaan tracer study, meliputi transisi alumni, aktivitas dan karier, kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja, pengalaman belajar, serta umpan balik terhadap institusi.
 
Informasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi perguruan tinggi untuk mengetahui sejauh mana proses pendidikan yang diberikan telah sesuai dengan kebutuhan lulusan dan dunia kerja. Umpan balik dari alumni juga dapat menjadi masukan dalam pengembangan program studi serta peningkatan kualitas layanan pendidikan.(HI)

Share this Post