Kepala Biro AKU Harapkan Kuota Beasiswa BI untuk Mahasiswa UINSUNA Lhokseumawe Bertambah
www.uinsuna.ac.id — Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum (AKU) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Akly Zikrullah, S.Ag., M.H., berharap kuota penerima Beasiswa Bank Indonesia (BI) bagi mahasiswa UINSUNA dapat terus bertambah pada tahun mendatang. Harapan tersebut disampaikan dalam kegiatan GenBI Insight yang digelar oleh Generasi Baru Indonesia (GenBI) UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe di Aula Gedung Biro Rektorat, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Kenali Bank Sentral, Cintai Rupiah, Raih Beasiswa” tersebut diikuti oleh lebih dari seratus mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi mahasiswa untuk memahami peran Bank Indonesia, kebanksentralan, literasi Rupiah, serta informasi terkait peluang Beasiswa Bank Indonesia.
Dalam sambutannya, Kepala Biro berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, khususnya Bank Indonesia, dalam mendorong peningkatan kualitas mahasiswa melalui berbagai program pengembangan dan pemberdayaan.
“Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan tertib. Kami juga berharap sinergi yang telah terbangun bersama Bank Indonesia dapat terus diperkuat, sehingga ke depan kuota penerima Beasiswa Bank Indonesia bagi mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe dapat semakin bertambah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi mahasiswa,” ujar Kepala Biro.
Menurutnya, keberadaan Beasiswa Bank Indonesia memiliki peran penting dalam mendukung mahasiswa berprestasi maupun mahasiswa yang membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan. Oleh karena itu, kerja sama antara perguruan tinggi dan Bank Indonesia diharapkan terus berkembang untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa dalam meningkatkan kapasitas akademik maupun nonakademik.
Selain membahas pentingnya dukungan pendidikan, Ia juga mengingatkan mahasiswa agar terus meningkatkan kreativitas dan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Ia menilai pemahaman terhadap teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa di era digital.
“AI bukan hanya sekadar teknologi pendukung, tetapi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan produktivitas, memperluas wawasan, serta mengembangkan berbagai karya inovatif. Namun, penggunaannya tetap harus diiringi dengan kemampuan berpikir kritis, etika, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa UINSUNA Lhokseumawe mampu menjadi generasi yang tidak hanya mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga mampu menciptakan perubahan melalui ide-ide kreatif dan pemanfaatan teknologi secara positif. Menurutnya, penguasaan teknologi digital akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan dunia akademik maupun profesional.
Pada kegiatan tersebut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe, Yan Ramerta Putra, turut memberikan materi mengenai kebanksentralan, peran Bank Indonesia, serta kebijakan suku bunga. Ia juga menjelaskan perbedaan mekanisme pembiayaan pada perbankan konvensional dan perbankan syariah kepada para peserta.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Seksi Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) Bank Indonesia Lhokseumawe, Endra Eka Putra, menyampaikan materi mengenai Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Materi tersebut membahas ciri-ciri umum dan khusus Rupiah, serta perkembangan penggunaan sistem pembayaran digital di tengah masyarakat.
Selain edukasi kebanksentralan dan Rupiah, peserta juga mendapatkan informasi mengenai strategi meraih Beasiswa Bank Indonesia. Materi tersebut membahas tujuan pemberian beasiswa, tahapan pendaftaran, serta berbagai persiapan yang perlu dilakukan mahasiswa agar mampu mengikuti proses seleksi.
Kegiatan GenBI Insight ditutup dengan pengumuman video kreatif dari rangkaian kegiatan. Peserta juga memperoleh berbagai hadiah seperti tumbler, kaus, dan tote bag. Selain itu, Mahasiswa yang berperan aktif dalam rangkaian kegiatan tersebut juga mendapatkan voucher saldo dompet elektronik senilai Rp50.000.(HI)