Sembilan Mahasiswa UINSUNA Lolos Google Student Ambassador Batch 2
www.uinsuna.ac.id - Sembilan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe berhasil lolos dalam program Google Student Ambassador (GSA) Batch 2. Pengumuman kelulusan tersebut disampaikan secara resmi pada Kamis (1/10/2026).
Capaian ini mendapat apresiasi dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UINSUNA Lhokseumawe, Dr. Darmadi, S.Sos.I., M.Si., yang mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi dan berani berkompetisi hingga ke tingkat internasional.
Kesembilan mahasiswa tersebut yakni Nayla Salsabila, Alvi Lutviah Budi, Ririn Dayanti Harahap, Raudani Fitri, Intan Darul Khairat, Agustria Asria Dewi, Salsabila Attala Nisa Purba, Wirda Rasyada, dan Amanda Zuhra. Keberhasilan mereka dinilai menjadi capaian positif sekaligus motivasi bagi mahasiswa UINSUNA Lhokseumawe lainnya untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan prestasi di bidang teknologi.
Dr. Darmadi mengapresiasi keberhasilan para mahasiswa tersebut dan berharap capaian itu menjadi langkah awal untuk memperluas pengalaman serta jejaring di tingkat yang lebih luas. Ia juga mendorong mahasiswa agar tidak berhenti berprestasi di tingkat nasional, tetapi terus meningkatkan kemampuan sehingga mampu bersaing di kancah internasional.
“Terus tingkatkan kemampuan di bidang teknologi. Mari beradaptasi dengan perkembangan teknologi, apalagi di era AI seperti sekarang ini,” ujar Dr. Darmadi.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) yang semakin pesat menuntut mahasiswa untuk memiliki kemampuan beradaptasi. Penguasaan teknologi, kata dia, perlu diiringi dengan kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensi agar mahasiswa mampu memanfaatkan perkembangan digital secara produktif.
Salah satu mahasiswa yang berhasil lolos, Ririn Dayanti Harahap, mengungkapkan bahwa proses seleksi GSA Batch 2 berlangsung cukup ketat. Peserta dituntut mengikuti berbagai tahapan seleksi dan menunjukkan kemampuan yang dimiliki untuk dapat terpilih dalam program tersebut.
“Kami harus bersaing secara sehat dengan 300.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia hingga akhirnya terpilih untuk bergabung bersama 2.000 peserta lainnya,” ujar Ririn.
Sementara itu, Amanda Zuhra mengatakan dirinya berupaya mengoptimalkan kemampuan dan keunikan yang dimiliki selama mengikuti seluruh tahapan seleksi. Menurutnya, proses tersebut menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan kapasitas diri.
Capaian tersebut juga menunjukkan semangat inklusivitas dalam pengembangan kompetensi teknologi. Alvi Lutviah Budi, mahasiswa UINSUNA penyandang disabilitas netra, turut dinyatakan lolos dalam program tersebut. Dalam mengikuti rangkaian seleksi, Alvi memanfaatkan fitur pembaca layar (screen reader) pada telepon pintar, termasuk ketika menyelesaikan sejumlah tantangan teknis.
Keberhasilan sembilan mahasiswa tersebut selanjutnya akan diikuti dengan berbagai kegiatan berbagi pengetahuan di lingkungan kampus. Mereka berencana menggelar sesi edukasi dan lokakarya (workshop) mengenai pemanfaatan teknologi bagi mahasiswa.
Kegiatan tersebut antara lain akan membahas pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial, termasuk Google Gemini, untuk mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan produktivitas mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, para mahasiswa diharapkan dapat turut menjadi penggerak literasi dan pemanfaatan teknologi secara positif di lingkungan UINSUNA.
Capaian sembilan mahasiswa dalam program GSA Batch 2 diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa UINSUNA lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta berani mengambil peluang untuk berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.(HI)