UIN SUNA Lhokseumawe Dorong Integrasi Keilmuan dan Penguatan SDM Unggul
www.uinsuna.ac.id - Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe terus memperkuat transformasi kelembagaan melalui peningkatan kapasitas dosen, pengembangan program studi, penguatan riset, dan integrasi keilmuan. Komitmen tersebut disampaikan Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., saat menerima Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Sesditjen Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag., di Operational Room Biro Lantai II UIN SUNA Lhokseumawe, Jumat (25/9/2026).
Di hadapan Sesditjen Pendis, Prof. Danial memaparkan perkembangan UIN SUNA Lhokseumawe yang dinilai telah mengalami kemajuan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk capaian akreditasi Unggul perguruan tinggi dan lima program studi, serta peningkatan kinerja riset di tingkat nasional dan global.
“Kita telah bergerak jauh. Alhamdulillah, telah memperoleh lima program studi serta perguruan tinggi yang unggul. Selain itu, di bidang riset kita juga telah beranjak jauh dari beberapa tahun lalu, baik pada peringkat nasional maupun global,” ujar Prof. Danial.
Ia mengatakan, UIN SUNA Lhokseumawe ke depan akan terus mengembangkan program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Pengembangan tersebut tetap diarahkan dalam kerangka integrasi ilmu dengan nilai-nilai keislaman.
“Integrasi ilmu menjadi bagian dari langkah kita untuk menjawab tantangan zaman tanpa menghilangkan esensi pendidikan agama yang menjunjung tinggi moral dan karakter yang luhur,” katanya.
Sementara itu, Prof. Arskal menyampaikan bahwa pengembangan PTKI perlu diarahkan untuk menjawab tantangan pembangunan peradaban menuju 2045. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dosen, transformasi kurikulum, penguatan riset dan inovasi, internasionalisasi perguruan tinggi, serta pemanfaatan teknologi termasuk kecerdasan artifisial (AI).
“Di era digital saat ini, kita perlu mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Arskal juga mengapresiasi capaian akreditasi Unggul UIN SUNA Lhokseumawe yang dinilainya menjadi modal penting dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan.
“Mutu dan akreditasi institusi yang telah terakreditasi Unggul ini merupakan modal awal untuk menjaga mutu, di samping beberapa program studi yang telah terakreditasi Unggul,” katanya.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian monitoring rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Aceh pada sejumlah PTKI penerima bantuan pemerintah. Kegiatan di UIN SUNA Lhokseumawe diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri atas kepala lembaga, dosen, serta jajaran pimpinan UIN SUNA Lhokseumawe. (AM)